Indonesiaberdaulat.com, Samarinda – Sabtu pagi (26/10), Lapas Kelas IIA Samarinda resmi menutup rangkaian pelatihan Tataboga dan Laundry yang bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) EDHA dan Cahaya Hati.
Kegiatan selama dua minggu ini diikuti oleh 40 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertujuan untuk mengembangkan keterampilan serta menciptakan peluang usaha bagi mereka setelah bebas.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif pembinaan kemandirian yang diusung oleh Kalapas Samarinda, Hudi Ismono.
“Lewat pelatihan ini, kami berharap para WBP bisa menghasilkan produk bernilai ekonomi dan menjadi pribadi yang mandiri serta siap berwirausaha di masa depan,” ujar Hudi, di tempat terpisah.
Ia juga menekankan pentingnya kelanjutan kerja sama dengan LPK guna memberikan lebih banyak pelatihan bermanfaat, sesuai arahan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur, Gun Gun Gunawan, dan Kepala Divisi Pemasyarakatan, Endang Lintang Hardiman.(rls)













